Simulated Annealing (bag 2)

Tulisan ini adalah lanjutan tulisan sebelumnya. Pada bagian kedua ini, kita akan lebih membahas lebih jauh tentang algoritma SA. SA memiliki banyak varian, tetapi untuk kali ini kita fokuskan pada algoritma SA yang paling simpel dan paling umum digunakan.

Hal paling awal, dan paling penting adalah menentukan desain solusi yang tepat. Dalam SA, sebuah solusi dikenal dengan istilah State. Suatu state perlu memiliki ukuran apakah baik atau tidaknya state tersebut. Ukuran baik atau tidaknya state tersebut dinyatakan denan Energi. Karena SA dirancang untuk kasus minimasi, maka Energi akhir haruslah lebih kecil dibandingkan dengan energi awal.

Selain beberapa istilah diatas, dalam SA juga dikenal istilah jadwal pendinginan, yaitu kapan suatu temperatur harus diturunkan dan berapa penurunannya. Pada setiap temperatur, SA akan menggunakan sejumlah iterasi untuk mengevaluasi sekumpulan solusi baru. Untuk lebih detailnya, berikut adalah algoritma SA.


create initial state
set initial temperature Tstart
while Tnow > Tend
  repeat n times
    generate newState
    delta energi = (energi baru-energi lama)
    if delta energi < 0
      currentState = newState
    elseif rand(0,1) < exp(-deltaenergi/T),
      currentState = newState
    endif
  end repeat
  decrease T
end while

Iklan

One thought on “Simulated Annealing (bag 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s