Korelasi dan Kausalitas

Di tahun 2000, Robert Matthews, seorang computer scientist sekaligus jurnalis berkebangsaan Inggris mempublikasikan tulisannya yang berjudul Stork Deliver Babies (p = 0.008).

Dalam tulisannya itu, ia memaparkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara populasi burung bangau dan tingkat kelahiran bayi di Eropa. Hal ini seakan memperkuat salah satu mitos yang dipercaya banyak orang Eropa bahwa burung – burung bangau tersebut lah yang mengantarkan bayi ke rumah – rumah. Tentu saja mitos tersebut tidaklah benar.

Robert Matthews dalam tulisannya (dan juga dalam banyak literatur statistika) menyebutkan bahwa korelasi berbeda dan tidak selalu menunjukkan hubungan kausalitas. Dua buah variabel X dan Y, meskipun mempunyai korelasi yang signifikan, misalkan semakin tinggi X semakin tinggi pula Y, tidak menjamin bahwa X menyebabkan Y, ataupun sebaliknya.

Seperti pada contoh di awal, meningkatnya populasi burung bangau bukanlah penyebab tingkat kelahiran bayi di Eropa menjadi tinggi, ataupun sebaliknya.

Jika kita melihat apa yang terjadi di Indonesia akhir – akhir ini, tentang ada nya pemblokiran beberapa website yang dianggap menyebarkan paham radikalisme dan memicu penyebab terjadinya kasus terorisme di Indonesia. Tentu saja hal tersebut adalah sebuah hipotesis yang perlu diuji kebenarannya.

Katakanlah seluruh website yang diblokir tersebut memang benar mengajarkan paham radikalisme, kita anggap ini variabel X, dan terjadinya kasus terorisme di Indonesia adalah variabel Y. Meskipun X dan Y memiliki korelasi yang signifikan (kasus terorisme dan kekerasan di Indonesia semakin marak terjadi seiring semakin banyaknya website dengan paham radikal tersebut), tidak lantas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa X menyebabkan Y.

Jika memang X tidak menyebabkan Y, dan Y tidak menyebabkan X, maka pasti ada variabel lain (Z) yang menjelaskan korelasi antara X dan Y. Variabel Z ini biasa disebut sebagai confounder dalam literatur statistika atau hidden common cause. Bisa jadi variabel Z ini yang menyebabkan baik jumlah website yang menyebarkan paham radikal dan jumlah kasus kekerasan dan terorisme yang tinggi di Indonesia beberapa tahun terakhir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s